PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Derap Pilbup serentak di Kabupaten Pacitan, mulai terasa. Salah satunya, Bawaslu Pacitan, telah menyiapkan sejumlah indikator pelanggaran sebagai acuan penentuan indeks kerawanan saat tahapan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dimulai.

Guna keperluan tersebut, Bawaslu melakukan koordinasi dengan sejumlah awak media, untuk memberikan sumbangsih pendapat, yang didasarkan pada penyelenggaraan Pilbup sebelumnya. Serta perkembangan situasi tiga bulan sebelumnya.

Sebelumnya Bawaslu juga melibatkan lembaga KPU dan unsur kepolisian. Mereka juga melakukan hal yang sama. Memberikan sumbangsih pendapat, terkait indeks kerawanan pemilu.

Sedikitnya ada 38 quesioner yang harus dijawab perwakilan awak media, utamanya menyangkut indikasi-indikasi pelanggaran. Termasuk penanganan wabah covid-19, yang sampai detik ini tak kunjung ada kata selesai.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Pacitan, Sulami mengatakan, selama proses penyelenggaraan Pilbup, di Kabupaten Pacitan masuk kategori sedang dari sisi indeks kerawanan pemilu. “Berbeda dengan kawasan Timur, seperti Madura raya misalnya. Disana, indeks kerawanan pemilu masuk kategori rawan. Bahkan nyawa bisa menjadi taruhan. Kalau di Pacitan, Alhamdulillah relatif landai,” jelasnya.

Sebagaimana pengalaman, indeks kerawanan biasanya sering muncul adanya kekerasan verbal. “Kalau kekerasan fisik, insyaallah tidak pernah terjadi,” tandasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here