MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Hari ini Kamis (11/6), Kabupaten Magetan kembali mendapat tambahan 1 kasus positif Covid-19. Sebagai pasien ke-88, (AT) usia 49 tahun, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Sebelumnya pasien tersebut tinggal di surabaya dan bekerja sebagai prajurit TNI-AL, tercatat sebagai warga Magetan.

Jurubicara Covid 19 Saif Muclisun mengatakan bahwa pasien sebelumnya sudah sakit dan sempat dirawat di RS rujukan pemerintah di Surabaya. Status sebelumnya merupakan pasien PDP. Hasil swabnya keluar hari ini dinyatakan positip Covid-19.

Sesuai permintaan keluarga, pasien tersebut dimakamkan di tempat asal di kecamatan Barat, Magetan dengan proses pemakaman prosedur Covid-19. ” Hari ini juga sudah dilakukan tracking tim gugus tugas yang dilakukan dinas kesehatan dari puskesmas setempat, satu orang reaktif, yaitu istrinya. Rencana besuk pagi langsung d├»lakukan swab, ” terangnya.

Dengan tambahan satu positip di atas, Kasus positif corona di Magetan menjadi 88 orang, dengan rincian 4 orang meninggal dunia, pasien sembuh sebanyak 63 orang, selebihnya 21 orang masih menjalani perawatan.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lanjut jubir, sampai malam hari ini sebanyak 82 orang. Yang dinyatakan sembuh 49 Orang, 16 meninggal dunia, dan sebanyak 17 masih dalam pengawasan.

Sedang ODP sebanyak 338 Org. Yang dinyatakan sembuh 276 orang dan meninggal dunia 9 Orang. Menyisakan 53 kasus ODP.

”Mari kita bersama untuk segera memulai hidup berdampingan dengan covid-19 ini. Sama seperti virus-virus yang sudah ada sebelumnya. Seperti virus flu, campak, rabies, cacar dan lain lain,” terangnya.

Agar kita terhindar dari penularan, lanjutnya, tentunya dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah. Tetap dengan protokol kesehatan. Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat. Tetap wajib memakai masker kalau keluar rumah. Tetap sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir. serta tetap menerapkan phisical distancing atau jaga jarak aman dan tetap menghindari kerumunan.

Hal – hal yang dulu sebenarnya tidak biasa atau tidak normal kita lakukan. Pinta Muklis, mulai saat ini siap tidak siap atau mau tidak mau tetap harus kita lakukan dan laksanakan. “Sekarang harus sudah menjadi pola kebiasaan sebagai kenormalan baru, marilah kita sama sama sambut era new normal ini, ” pungkasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here