PACITAN-JARRAKPOSJATIM-KPU Pacitan pastikan, penambahan anggaran guna pengembangan jumlah TPS serta pengadaan alat pelindung diri (APD), akan dibiayai dari APBN. Hal tersebut merujuk hasil rapat dengar pendapat (RDP) antara pemerintah, DPR RI dan KPU.

Ketua KPU Pacitan Sulis Setyorini menegaskan, semua penambahan anggaran guna pelaksanaan Pilbup serentak tahun ini, akan ditanggung APBN. Penambahan anggaran tersebut berkaitan dengan penambahan jumlah TPS dan pengadaan APD.

Hanya saja soal teknis pelaksanaannya, KPU kabupaten/kota, masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pusat. “Semua penambahan anggaran akan ditanggung APBN. Namun, soal teknis pelaksanaannya, kita masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI,” ujar Sulis Setyorini, Sabtu (13/6).

Menurut mantan dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya ini, dalam pelaksanaan Pilbup serentak 9 Desember nanti, memang ada kebijakan pembatasan jumlah maksimal pemilih disetiap TPS. Dari semula 800 menjadi 500 pemilih. Selain itu, penyediaan APD, mutlak harus dilaksanakan sebagai upaya meminimalisir sebaran covid-19.

Sulis Setyorini menegaskan, merujuk data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), jumlah pemilih di Pacitan tercatat sebanyak 477.179 jiwa.

Sehingga saat sebelum ada perubahan batas maksimal jumlah pemilih di setiap TPS, KPU Pacitan telah menyiapkan sebanyak 1.070 TPS. “Tetapi dengan adanya perubahan maksimal jumlah pemilih di setiap TPS menjadi 500 orang, sehingga akan ada penambahan kurang lebih 299 TPS. Disinilah konsekuensi biaya akan muncul. Sebab dengan penambahan TPS, juga akan ada penambahan anggota KPPS,” jelasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here