MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Sejumlah wilayah dikabupaten Magetan mulai panen raya pada masa transisi dari pandemi corona ke kehidupan new normal saat ini. Salah satunya tampak disejumlah lahan pertanian padi di desa Pragak Kecamatan Parang Magetan Minggu (14/6).

Panen kali ini dinilai lebih memuaskan bila dibanding pada musim tanam kwartal pertama lalu. Kwartal kedua ini cuaca bagus, curah hujan cukup, ganguan hama tidak seberapa, meski pada musim pemupupukan kemaren sempat sulit mencari pupuk, langka dipasaran.

Iwan salah satu petani setempat mengaku bahwa hasil tanaman padinya cukup memuaskan, bila dibanding musim tanam lalu. Petani diuntungkan dengan cuaca yang bersahabat diantaranya curah hujan yang cukup.

”Alhamdulillah bagus, hampir 90% petani panen semua, ganguan hama tidak seberapa bila dibandingkan musim tanam yang pertama,” terangnya.

Semoga, harapnya, hasil yang bagus ini juga di ikuti harga jual padi bagus juga. “Jangan hasil bagus harga jual dari petani dibeli tengkulak murah. Mengigat biaya garap dan harga pupuk juga mahal, petani bisa untung jika harga gabah kering di atas 5000 rupiah, ” harapnya.

Diprediksi panen raya ini akan terus berlangsung hingga sebulan mendatang, mengigat sebagian tidak serentak pada saat tanam, selain itu banyak farietas dan usia padi yang berbeda beda.

“Biasanya usai tanam padi para petani pada Kecamatan parang akan bertanam palawija seperti jagung dan kacang tanah, mengigat topografi lahan Pertanian ya sebagian besar merupakan wilayah lahan tadah hujan,”terangnya.

Petani berharap kepada dinas Pertanian Magetan untuk selalu hadir dan mendampingi dalam bertanam. Petani ingin penyediaan bibit bagus, dan kecukupan pupuk.

Seperti pengalaman tahun lalu musim tanam palawija, petani mendapat bibit jagung palsu, tidak ada rekomendasi khusus untuk keterangan dari pertanian, sehingga banyak yang tidak tumbuh normal, terpaksa petani menanam ulang Tentu ini sangat memberatkan petani, selain biaya garap mahal, biaya pengadaan bibit ulang dan pupuk juga mahal. Peran serta negara pada dinas terkait yaitu pertanian, dalam mendampingi petani dirasa masih kurang.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here