PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Usai sudah petualangan AS (32), warga Desa Kauman Kecamatan Sumoroto Ponorogo dalam melakukan aksi bejatnya dengan mencabuli bocah laki-laki bawah umur. Tak tanggung-tanggung sebanyak 7 bocah laki-laki berusia 15 tahun, telah menjadi korbannya.

Pria yang mengaku menjadi dukun sakti mandraguna itu, akhirnya dibekuk polisi, setelah orang tua para korban melapor.

Kapolres Ponorogo AKBP Muhammad Nor Azis dalam rillis di Mapolres, Jum’at (19/6), mengatakan kelakuan bejat tersangka tersebut terungkap dari laporan para orang tua korban yang curiga atas kondisi anaknya akhir-akhir ini berubah. “Usai di tanya sang anak mengaku telah dicabuli oleh AS. Tak terima anaknya menjadi korban, para orang tua melaporkannya kepada pihak polsek Sumoroto dan ditindak lanjuti unit PPA Polres Ponorogo, ” terang Kapolres.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas, lanjut Kapolres, tidak hanya satu orang saja yang telah tersangka cabuli, ada enam anak lainya yang juga menjadi korban aksi bejat tersangka. Total ada sebanyak 7 korban yang kesemuanya masih anak anak rata-rata berusia 15 tahun,” paparnya.

Modus tersangka dalam melancarkan aksinya, kata Kapolres, pelaku terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan calon korbannya. Pelaku yang membuka warung kopi itu mengaku memiliki kemampuan goib sehingga mampu membersihkan energi negatif dan meningkatkan aura positif. Pelaku juga menunjukkan jimat bulu perindu kepada korbannya.

“Pada saat ritual itulah para korban dicabuli tersangka, dan perbuatan tersangka ini selalu dilakukan pada rumah pelaku disaat malam hari. Sejak bulan Mei 2020 dalam waktu kurang lebih 5 bulan itulah para korban dicabuli tersangka.” ungkapnya.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini, bila dimungkinkan masih akan ada korban korban baru lainya, masyarakat diminta untuk tidak takut melapor jika turut menjadi korban bejat AS.

Pelaku bakal terancam lama dipenjara dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 82 KUHP tentang undang undang perlindungan anak, karena ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun, hingga paling lama 15 tahun penjara, atau denda sebesar 5 milyar rupiah. (Dedy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here