PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Perhelatan Pilbup di masa pandemi, diprediksi bakal menurunkan angka partisipasi masyarakat (parmas).

Perlu diketahui, bahwa selama ini banyak masyarakat pemilih di Pacitan, yang ada di perantauan. Mereka biasanya jarang hadir saat hari H pemungutan dan penghitungan suara Pilbup dilaksanakan. Persoalan tersebut, dikarenakan kesibukan mereka, atau kendala jauhnya tempat perantauan menuju kampung halaman.

Terlebih saat pandemi global coronavirus disease (covid-19) ini. Tentu protokol kesehatan, wajib dilaksanakan. Baik di daerah asal perantau, ataupun daerah tujuan (kampung halaman).

Berkaca pada pengalaman perhelatan Pilbup Tahun 2015 lalu. Dimana tingkat parmas, hanya menyentuh 59 persen. Tentu hal tersebut harus menjadi atensi semua pihak. Bukan hanya pihak penyelenggara, namun keterlibatan elemen masyarakat dalam mensosialisasikan tahapan Pilbup, sangat dibutuhkan.

“Ini pekerjan rumah (PR) atas penyelenggaraan Pilbup serentak. Disamping pelaksanaan harus sukses dan tiada penularan kluster baru covid 19, PR yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga angka partisipasi masyarakat,” ujar juru bicara tim komunikasi publik penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, Ahad (21/6).

Rachmad mengatakan, kasus tersebut sudah menjadi bahan kajian saat rapat koordinasi gugus tugas. “Kita harus tetap optimis karena ini merupakan momentum 5 tahunan dalam memilih calon peminpin untuk masa lima tahun mendatang. Strategi yang harus dilaksanakan penyelenggara ya terus menerus secara masif memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

“Kita dari gugus paham akan psikologis masyarakat dalam pandemi ini. Tapi kita harus optimis, dan yang penting Pilbup bisa berjalan dengan sukses dan aman dari penularan covid-19,” lanjut dia.(yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here