PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Tim tracing gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, terus melakukan pelacakan atas temuan baru sebaran covid-19 di kawasan Kecamatan Sudimoro.

Juru bicara tim komunikasi publik penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, dalam waktu singkat ini ada sembilan warga yang telah dilakukan tracing dan uji swab. Dua diantaranya positif covid-19, dimana satu pasien meninggal dunia. Sedangkan tujuh lainnya, negatif.

Menurut Rachmad, kesembilan orang tersebut, hanya satu diantaranya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Selebihnya orang tanpa gejala (OTG). Bahkan yang bersangkutan lebih dulu wafat sebelum hasil swabnya keluar. “Yang satu PDP meninggal itu, hasil swabnya menyatakan covid-19 conform. Namun saat wafat, almarhum masih berstatus PDP,” ujar Rachmad usai mengikuti jumpa pers bersama Bupati Indartato, terkait penambahan satu pasien covid-19 conform, Selasa (23/6) malam.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini mengatakan, satu pasien covid-19 conform yang baru diumumkan itu, menurut informasi dari tim tracing, anaknya yang masih balita, sempat mengalami kejang-kejang. Hanya saja, tim medis belum bisa memastikan apakah anak tersebut tertular covid-19 dari bapaknya, atau karena penyakit lainnya. “Saat ini masih dilakukan uji swab. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” harapnya.

Karena itu, ia tak bosan-bosannya memberikan imbauan kepada khalayak luas, agar lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Sekalipun pemerintah sudah melaksanakan tatanan kenormalan baru, namun bukan berarti covid-19 sudah usai. Justru sebaliknya, saat ini virus SARS-CoV-2 kian merajalela.

Diberbagai daerah, lanjut Rachmad, jumlah pasien positif covid-19, semakin berkembang saat tatanan kenormalan baru diterapkan. Begitupun di Pacitan, yang detik ini sudah tembus 21 orang, terinfeksi virus mematikan asal daratan China tersebut.

“Oleh sebab itu, selalu kedepankan protokol kesehatan. Utamanya pakailah masker saat melakukan interaksi sosial. Dan selalu jaga jarak fisik (physical distancing) serta hindari berkerumun,” pesannya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here