PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sejumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Hardjono Ponorogo dinilai tidak ada perkembangan, pihak keluarga mengharapkan agar dapat dipindah perwatan mandiri di rumah atau bahkan ke Pondok Pesantren.

Hal itu diungkap oleh Isnen Supriyono perwakilan keluarga pasien Covid-19, Jum’at malam (27/6) “Awalnya, mengapa pihak keluarga minta dirawat mandiri dirumah, karena dinilai dirumah sakit hampir tidak ada perkembangan baik secara fisik maupun psikis, justru anak terkesan tertekan semakin stress,”paparnya.

Dasarnya, lanjut Isnen, sejauh ini ada pasien yang dirawat mandiri dirumah, dan itu bahkan lebih cepat sembuh. “Untuk itu kami berusaha meminta agar pasein ini bisa dirawat mandiri dirumah, namun permintaan itu ditolak,”terangnya.

Isnen Supriyono juga menerangkan, pertimbangannya apabila ada pasien yang dirawat dalam kurun waktu tertentu, pasien tersebut bisa minta untuk pulang. Selain itu, ada pertimbangan pasien ini masih dalam masa belajar, sehingga ketika dirawat dirumah sakit maka tidak bisa melaksanakan ujian kenaikan kelas. “Nasibnya anak ini tidak naik kelas, kami minta dirawat dirumah dengan tujuan agar cepat sembuh sehingga segera bisa kembali ke Pondok,”paparnya.

Pihaknya, lanjut Isnen, akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak Rumah Sakit karena ketika masuk sehat, apabila kemudian menjadi stres. “Pasien ini kan usia 14 tahun, kenapa tidak ada perlakuan khusus,”tandasnya.

Langkah terakhir, kata Isnen, jika permintaan keluarga pasien tidak bisa dilaksanakan, maka pihaknya akan mengajukan agar pasein ini dipindahkan ke gugus tugas Covid-19 yang ada di pondok pesantren. “Disana (pondok) fasilitas lengkap. Saya ini mewakili empat pasien Covid-19 yang memohon agar dapat pindah perawatan di Pondok, pesantren,”jelasnya.

Sementara dihubungi terpisah, Humas RSUD Dr. Hardjono Ponorogo, Suprapto menerangkan bahwa intinya dia (keluarga pasien) tidak puas dengan pelayanan rumah sakit, karena sudah lama namun tak kunjung sembuh. Padahal pihak rumah sakit, memperlakukan semua pasein sama sesuai SOP.

“Oleh Direktur kami, dijawab jika kesembuhan itu dari ALLAH SWT, karena Tim Medis hanya menjalankan tugas sesuai prosedur yang terbaik. Ada dua tiga Minggu sembuh, ada yang swabnya positif, kemudian di Swab lagi negatif, kondisi setiap pasien berbeda beda,”paparnya.

Terkait permohonan dirawat mandiri dirumah, lajut Humas RSUD Dr. Hardjono, Direktur Rumah Sakit tidak mengijinkan, karena bisa jadi akan berdampak pada masyarakat lain. “Bupati juga tidak mengijinkan,”tandasnya.

Selanjutnya, kata Suprapto, atas permintaan dirawat di pondok pesantren, pihaknya belum memberikan jawaban, disebabkan, Direktur RSUD terlebih dahulu akan konsultasi dengan Sekda dan Bupati. “Jika nanti oleh Bupati diijinkan maka kami akan berkoordinasi dengan tim Gugus Covid-19 yang ada di Pondok untuk menangani pasien tersebut, jadi masih menunggu dulu,”paparnya.

Kondisi pasien Covid-19, lanjutnya, tidak dalam kondisi stres, mungkin hanya jenuh. Memamg pernah kejadian malam itu pasein mengurung diri didalam kamar sementara pintu dikunci dari dalam. Pasien sendiri sedang main handphone didalam ruang. “Inisiatif tim kami untuk mendatangkan keluarga dan lurah untuk membujuk agar pintunya dibuka. Setelah itu ya pintunya dibuka,”pungkasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here