PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Nasib naas menimpa Sumadi (50), warga desa Purwosari, kecamatan Babadan, Ponorogo yang harus tertimbun longsoran tanah didasar sumur, Minggu siang (28/6).

Kedalaman sumur mencapai 20 meter dan kondisi korban tertimbun longsoran tanah hingga tiga meter, menyulitkan tim BPBD Ponorogo dalam melakukan proses evakuasi.

Hingga lebih 3 jam (hingga pukul 4 sore) proses evakuasi terhadap korban yang berprofesi sebagai penggali sumur itu masih terus dilakukan.

Menurut Setyo Budiono, Kabid Kedaruratan BPBD Ponorogo, awalnya pagi hari korban diminta untuk menggali sumur dirumah Khoirul di desa Babadan, kecamatan Babadan.

“Sekitar pukul 12 siang, pemilik rumah mengajak korban untuk makan siang, namun saat dipanggil, ternyata korban tidak lagi terlihat didasar sumur. Yang terlihat justru timbunan tanah didasar sumur, kemudian lapor polisi,”terangnya.

Diperkirakan, lanjut Budi, korban yang sedang menggali sumur dikedalaman 20 meter itu, tertimpa reruntuhan tanah yang ada diatasnya. “Jadi korban ini tertimpa longsoran tanah hingga lebih dari tiga meter,”terangnya.

Budi menambahkan, proses evakuasi mengalami kendala karena sumur berukuran kecil, kedalam lebih 20 meter dan korban terimbun tanah hingga lebih tiga meter.

“Kita ambil dulu tanahnya, hingga berupaya menemukan korban. Jadi memang proses evakuasi membutuhkan waktu lama,”lanjutnya.

Hingga pukul empat sore petugas BPBD masih berjibaku berupaya menyelamatkan korban yang masih belum terlihat akibat tertimbun longsoran tanah didasar sumur. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here