Connect with us

Berita

Supriyanto : Bagi Penantang Petahana, Disarankan Mengurungkan Niatnya

Published

on

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Pemilihan kepala daerah Ponorogo memang sangat menarik untuk dicermati. Pasalnya, sejauh ini, Petahana dinilai sejumlah pihak, masih cukup kuat bagi para penantang baru.

Namun disisi lain, muncul nama nama tenar untuk menantang petahana. Tak hanya ala kadarnya, kabarnya sang penantang mendapat dukungan besar dari sejumlah elemen masyarakat bahkan beberapa partai politik.

Dimata Supriyanto, Tokoh senior Ponorogo, para penantang baru bagi petahana disarankan untuk mengurungkan niatnya maju Pilkada Ponorogo 2020. “Menurut saya, jika ada yang akan maju Pilkada Ponorogo melawan petahana agar diurungkan saja niatnya,”paparnya.

Hal itu, lanjut Kang Pri, sapaan akrab Supriyanto, disebabkan beberapa hal diantaranya, dengan kondisi belum redanya wabah Covid-19 ini, bisa menyulitkan para calon penantang petahana.

“Kondisi seperti ini sangat sulit dan merepotkan bagi penantang baru dalam mengumpulkan banyak orang atau kampanye, apalagi ada aturan protokol kesehatan,”katanya.

Kemudian, lanjut Anggota Komisi 2 DPR RI itu, masalah waktu, perhelatan pilkada sifatnya masih tentatif jika dilihat dari Perpu. Jadi, bisa digelar Desember 2020, bisa saja Maret 2021, atau waktu yang lain. Artinya waktu bisa berubah.

“Bagi penantang baru, seandainya niat itu diurungkan, maka sebaiknya mempersiapkan dalam Pilkada Ponorogo selanjutnya, karena peluang akan lebih bagus dan terbuka, apalagi sudah tidak ada incumbent,”teranganya.

Selain itu, Kang Pri mengatakan, jika ada lawan baru, dinilainya masih belum terlalu siap untuk bertarung melawan petahana dalam Pilkada Ponorogo. “Dimana-mana incumben itu relatif kuat, bukan berarti tanpa kelemahan. Pasti semua ada kekurangan, namanya kebijakan tidak bisa memuaskan semua pihak,”imbuhnya.

Ia juga menerangkan, sebetulnya jika ada kesiapan yang matang, bisa saja penantang baru mampu mengalahkan incumbent, tetapi akan membutuhkan cost yang sangat besar. “Butuh sumber dana dan sumber daya yang begitu besar. Kemungkinan mengalahkan petahana itu selalu ada,”jlentrehnya. (Dedy)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tenaga Medis Di Magetan Positif Covid19, Seluruh Karyawan Puskesmas Di Swab Masal

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan melakukan tes Swab massal terhadap seluruh pegawai dan tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan. Ini dilakukan seusai salah satu tenaga kesehatanya inisial YN, usia 37 tahun, dinyatakan positif Covid-19.

Didik Styo Margono, Ketua Tim Penagulangan Covid 19 Dinas Kesehatan Magetan kepada mengatakan. “Ada sebanyak 69 pegawai dan tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan yang dites Swab. Sejak hari Sabtu lalu ada 18, hingga hari ini tes lanjutan ada 51 tenaga kesehatan sisanya,” terangnya.,

Didik melanjutkan jika mulai hari ini Selasa 7 Juni 2020, teman-teman di Puskesmas Plaosan akan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.”Otomatis dengan isolasi seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan atas ijin Bupati Magetan Suprawoto layanan kesehatan di tutup, dan akan dialihkan layanan kesehatan di pustu pustu lainya, selain Puskesmas Poncol, Sumberagung dan Sidorejo, hingga waktu yang belum ditentukan, ” terangnya.(Dedy)

Continue Reading

Berita

Kades Di Magetan Tersandung Dugaan Kasus Penjualan Tanah Khas Desa

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Diam diam Kepala Desa Ngujung Kecamatan Maospati Magetan dilaporkan Badan Permusawaratan Desa (BPD) setempat Kepada Bupati Magetan Suprawoto. Laporan itu terkait atas dugaan penjualan tanah khas desa atau bengkok sebanyak 6 bidang tanah eks- pamong tanpa melalui mekanisme yang benar.

Dalam surat laporan BPD tertanggal 2 Juli 2020 tersebut menyebutkan, bahwa atas aspirasi dan masukan masyarakat, BPD mengkaji dan meneliti aduan, menemukan adanya indikasi tidakan yang merugikan keuangan negara dalam hal ini desa. Kepala desa diduga telah menyalagunakan kekuasaan, atas sewa tanah eks bengkok tanpa melalui mekanisme yang benar.

Dalam surat laporannya tersebut BPD juga sudah memberikan peringatan kepada Kepala Desa untuk mengembalikan uang sebesar 49 juta rupiah dari hasil penjualan bengkok, hingga tanggal 30 Juli lalu, namun tidak diindahkan oleh Kades. Atas dasar tidak ada itikad baik dari Kepala Desa, selanjutnya BPD melaporkanya kepada Bupati Magetan Suprawoto. Tembusan Inspektur Inspektorat Magetan, Kepala Dinas PMD dan Camat Maospati.

Dikonfirmasi Selasa (7/7) Plt. Inspektur Inspektorat Magetan, Imam Fauzi, membenarkan telah terima surat tembusan dari BPD desa Ngujung. Atas aduan di atas. ” Surat laporannya dan tembusan sudah sampai di Inspektorat, saat ini tim inspektorat masih menunggu disposisi Bupati untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penjualan tanah khas desa secara sepihak oleh Kapala Desa Ngujung,” terangnya.

Secara terpisah, Beni Ardi, Direktur LSM MAGETAN CENTER Corruption Watch, mendesak Bupati Magetan Suprawoto untuk menindak tegas oknum kades yang sewenang-wenang menjual aset desa tanpa mekanisme dan prosedur yang benar, “Ini sudah dapat dikatagorikan tindakan korupsi,” tegasnya.

Wartawan beberapa kali mencoba menemui Kades Ngujung untuk konfirmasi terkait ini, namun kepala desa sedang tidak berada di kantor. Salah satu staf desa mengatakan jika kepala desa sedang keluar. Hingga berita ini diturunkan Kades belum dapat dimintai keteranganya. (Dedy)

Continue Reading

Berita

Santrinya Terpapar Covid19, Pondok Modern Gontor Tabayyun Minta Walisantri Tenang

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, melakukan tabayyun terkait beredarnya kabar ada santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 di Siman, Madusari, Ponorogo yang dinyatakan terpapar Covid-19.

“Berdasarkan atas penelusuran tim IKPM dan koordinasi dengan Wakil Pengasuh Gontor 2, kami akan menjelaskan kronologinya. Santri tersebut berasal dari Sidoarjo, tiba pada 17 juni 2020 bersama rombongan IKPM Sidoarjo. Yang bersangkutan membawa surat keterangan sehat dan surat pernyataan telah melakukan karantina mandiri dari 6 Juni-16 Juni. Surat bermaterai dan ditandatangani walinya,” kata Ketua 1 PP IKPM Gontor, Ustadz Adib Fuadi Nuriz.

Setelah tiba di Pondok, santri tersebut melakukan aktivitas seperti biasanya dan terpantau dalam kondisi sehat wal afiat, tidak ada gejala sakit dan keluhan apapun.

“Lalu pada 2 Juli ada info dari Dinkes Ponorogo, ayah dari santri tersebut dinyatakan positif, maka dilakukan swab pada anaknya, sampel dikirim ke BPLK Surabaya dan anaknya dinyatakan positif pada 4 Juli,” tambah Ustadz Adib.

Santri tersebut lalu dibawa ke Rumah Sakit Aisiyah Ponorogo selanjutnya dirawat di RS Darmayu Ponorogo. Pihak Pondok Modern Gontor pada Senin, 6 Juli 2020 juga menerima surat dari Sekda Ponorogo sebagai tindak lanjut dari santri yang dinyatakan positif tadi.

“Tracing terhadap teman satu kamar, satu kelas dan teman-temannya yang berhubungan juga dilakukan. Semuanya dikarantina sesuai dengan standart protokol Covid-19. Pantauan terhadap semua santri dilakukan secara ketat dan Alhamdulillah sehat semua, tidak ada yang menunjukkan gejala sakit atau keluhan apapun,” tambah Ustadz Adib.

Begitupun dengan santri asal Sidoarjo tersebut sejak kedatangan hingga dibawa ke rumah sakit tidak menujukkan gejala atau keluhan apapun.

Ustadz Adib menambahkan, Pondok Modern Gontor selama ini sangat ketat menerapkan standar protokol Covid-19 dengan mengikuti peraturan yang ada. Sebelum santri datang dilakukan simulasi Satgas Covid.

“Kita sangat kooperatif dengan semua pihak termasuk Dinkes Ponorogo. Saat persiapan kedatangan santri kita berkoordinasi dengan pemerintah Ponorogo beserta jajarannya,” ujar Ustadz Adib.

Berdasarkan atas fakta-fakta yang terjadi, Pondok Modern Darussalam Gontor meminta kepada seluruh Walisantri agar tenang dan tetap mendoakan agar pondok Gontor terhindar dari berbagai hal-hal negatif.

“Kami meminta kepada semua walisantri agar tenang dan sabar. Insya Allah semua santri sehat wal afiat dan mari kita sama-sama berdoa memohon kepada Allah SWT agar keluarga besar Pondok Modern Gontor terhindar dari semua marabahaya,” imbau Wakil Pengasuh Gontor 2, Ustadz Hudaya.

Penelusuran IKPM Sidoarjo

Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Sidoarjo langsung bergerak cepat ketika mendengar kabar ada santri asal Sidoarjo yang terpapar Covid-19 karena disebabkan interaksi dengan ayahnya.

“Kami langsung mendatangi rumah orang tua santri di sebuah komplek di Sidoarjo tadi malam. Rumahnya memang sudah tutupan dan di pagar tertulis keterangan sedang melakukan isolasi mandiri mohon kerjasamanya,” kata Pengurus IKPM Cabang Sidoarjo, Fuad Syukri.

Menurut Fuad berdasarkan atas keterangan Ketua RW setempat, orang tua walisantri tersebut adalah seorang karyawan di salah satu bank.

“Anak ini berangkat ke pondok pada 17 Juni, sang ayah lalu di swab test pada 22 juni dan dinyatakan positif. Pada 24 Juni diisolasi di sebuah wisma,” ujar Fuad.

Yang menarik menurut Fuad, pada Jumat 3 Juni 2020 lalu, seluruh anggota keluarga dari walisantri ini mulai dari istri dan kedua anaknya dilakukan rappid test dan hasilnya non reaktif. Akhirnya mereka melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam penelusurannya, IKPM Sidoarjo juga sempat berkomunikasi dengan ayah santri tersebut yang sedang menjalani perawatan pemulihan.

“Ayah santri tersebut mengaku baik-baik saja selama perawatan, tidak menunjukkan gejala sakit atau keluhan. Kami dikirimi foto dan videonya sang ayah senam dan terlihat dalam kondisi bugar,” ujar Fuad. (Sumber : Pondok Modern Gontor Ponorogo)

Editor : Dedy

Continue Reading

Trending