PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Waktu terus berjalan, sejumlah tahapan Pilkada mulai dilaksanakan. Walau pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati masih cukup lama, namun Pilkada Ponorogo cukup manarik untuk dicermati.

Salah satu pengamat politik senior Ponorogo, Fajar Pramono tak ragu mengatakan, secara politik masih ada peluang untuk mengalahkan Petahana. Hal itu, dilihat dari fakta di Ponorogo, jika selama ini calon Bupati yang dipilih langsung oleh rakyat, tidak ada yang bertahan selama dua periode. “Jadi peluang cukup besar,”tandasnya.

Selain itu, petahana dinilainya memiliki celah untuk dikalahkan. Hal itu disebabkan ada program-program yang kurang berjalan dengan baik. Tetapi, Patahanapun dinilainya juga memiliki prestasi. Walaupun hal itu tidak cukup sebagai modal politik. “Misalnya soal dana desa, kemudian 1 miliyar untuk Persepon juga tidak jalan, selain itu soal pembangunan stadion yang kurang berjalan,”terangnya.

Pria berprofesi sebagai dosen itu juga mengatakan, Petahana memang berhak mempertahankan kekuasaannya dengan berbagai upaya. Dan kebanyakan orang,  secara hitung-hitungan, ada yang mengatakan petahana sudah hampir jadi. “Menurut saya, jika jadinya itu hanya calon tunggal, dengan tidak ada penantang yang signifikan, maka dapat saya katakan hal itu merupakan kematian demokrasi,”lanjutnya.

Ditanya soal kekuatan finansial, Kembali Fajar Pramono menilai, sebenarnya petahanapun juga tidak begitu kuat. Sehingga membutuhkan wakil yang juga punya dana. “Kalau kita lihat, karena baru saja ‘ngangkat’ istri dan adiknya itu kan juga butuh dana yang tidak kecil,”lanjutnya.

Sementara itu, dari nama lain yang beredar, lanjut Fajar, Sugiri Sancoko dinilainya juga kurang memiliki kekuatan finansial. Sehingga peluangnya cukup berat. “Tanpa mengurangi kelebihan beliau, banyak variabelnya, secara hitung-hitungan memang berat,”paparnya.

Kemudian soal nama lain, Fajar juga menilai jika Budi Santoso ketika awalnya mungkin ingin maju menjadi Calon Wakil Bupati, berupaya memperkuat bergaining. “Mungkin saja pak Ipong kurang jelas sikapnya, kemudian tiba-tiba dia (Budi Santoso) ingin jadi Calon Bupati dengan menggandeng Lisdyarita,”lanjutnya.

Kekuatan Patahana dinilai Fajar, salah satunya melalui lurah atau kepala desa, namun hal itu, sekaligus bisa menjadi blunder. Target 60 persen tiap desa, hal itu dinilai kurang nyaman bagi pihak desa. “Umpama Petahana menang, bukan semata-mata karena prestasi beliau, tapi memang tidak ada lawan tangguh. Dan ini bisa menjadi evaluasi kita bersama,”pungkasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here