Connect with us

Berita

Diserang Wabah Tikus, Tanaman Padi Di Ponorogo Rusak

Published

on

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sejumlah petani diwilayah desa Kunti, kecamatan Bungkal Ponorogo terpaksa panen dini tanaman padinya. Hal itu disebabkan serang wabah tikus yang sulit dibasmi.

Salah satu Petani, Sumarni, Rabu (1/7) mengatakan tikus beberapa Minggu ini telah memakan tanaman padi. “Makan akarnya sehingga tanaman padi mati,”terangnya.

Amar Ma’ruf petani lain mengatakan, sejak satu bulan serangan hama tikus dirasakan petani diwilayahnya. Ada sekitar lima hektar sawah mengalami kerusakan.

“Tikus memakan akar padi, dampaknya tanaman padi mati. Sehingga dapat dipastikan panen kali ini hasilnya menurun, bahkan beberapa petani terpaksa panen dini. Bagi tanaman padi yang rusak parah, maka tanaman padi digunakan sebagai pakai pakan sapi,”tambahnya.

Upaya yang dilakukan, lanjutnya, para petani memburu tikus dimalam hari. Namun karena jumlahnya banyak, hingga membuat petani kuwalahan. “Tiap malam berjaga disawah,”tandasnya.

Tak hanya padi, kata Ma’ruf, tanaman jagung juga turut diserang hama tikus. “Jagung juga rusak, hanya saja jumlahnya tak sebanyak padi,”pungkasnya. (Dedy)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tenaga Medis Di Magetan Positif Covid19, Seluruh Karyawan Puskesmas Di Swab Masal

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan melakukan tes Swab massal terhadap seluruh pegawai dan tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan. Ini dilakukan seusai salah satu tenaga kesehatanya inisial YN, usia 37 tahun, dinyatakan positif Covid-19.

Didik Styo Margono, Ketua Tim Penagulangan Covid 19 Dinas Kesehatan Magetan kepada mengatakan. “Ada sebanyak 69 pegawai dan tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan yang dites Swab. Sejak hari Sabtu lalu ada 18, hingga hari ini tes lanjutan ada 51 tenaga kesehatan sisanya,” terangnya.,

Didik melanjutkan jika mulai hari ini Selasa 7 Juni 2020, teman-teman di Puskesmas Plaosan akan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.”Otomatis dengan isolasi seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Plaosan atas ijin Bupati Magetan Suprawoto layanan kesehatan di tutup, dan akan dialihkan layanan kesehatan di pustu pustu lainya, selain Puskesmas Poncol, Sumberagung dan Sidorejo, hingga waktu yang belum ditentukan, ” terangnya.(Dedy)

Continue Reading

Berita

Kades Di Magetan Tersandung Dugaan Kasus Penjualan Tanah Khas Desa

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Diam diam Kepala Desa Ngujung Kecamatan Maospati Magetan dilaporkan Badan Permusawaratan Desa (BPD) setempat Kepada Bupati Magetan Suprawoto. Laporan itu terkait atas dugaan penjualan tanah khas desa atau bengkok sebanyak 6 bidang tanah eks- pamong tanpa melalui mekanisme yang benar.

Dalam surat laporan BPD tertanggal 2 Juli 2020 tersebut menyebutkan, bahwa atas aspirasi dan masukan masyarakat, BPD mengkaji dan meneliti aduan, menemukan adanya indikasi tidakan yang merugikan keuangan negara dalam hal ini desa. Kepala desa diduga telah menyalagunakan kekuasaan, atas sewa tanah eks bengkok tanpa melalui mekanisme yang benar.

Dalam surat laporannya tersebut BPD juga sudah memberikan peringatan kepada Kepala Desa untuk mengembalikan uang sebesar 49 juta rupiah dari hasil penjualan bengkok, hingga tanggal 30 Juli lalu, namun tidak diindahkan oleh Kades. Atas dasar tidak ada itikad baik dari Kepala Desa, selanjutnya BPD melaporkanya kepada Bupati Magetan Suprawoto. Tembusan Inspektur Inspektorat Magetan, Kepala Dinas PMD dan Camat Maospati.

Dikonfirmasi Selasa (7/7) Plt. Inspektur Inspektorat Magetan, Imam Fauzi, membenarkan telah terima surat tembusan dari BPD desa Ngujung. Atas aduan di atas. ” Surat laporannya dan tembusan sudah sampai di Inspektorat, saat ini tim inspektorat masih menunggu disposisi Bupati untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penjualan tanah khas desa secara sepihak oleh Kapala Desa Ngujung,” terangnya.

Secara terpisah, Beni Ardi, Direktur LSM MAGETAN CENTER Corruption Watch, mendesak Bupati Magetan Suprawoto untuk menindak tegas oknum kades yang sewenang-wenang menjual aset desa tanpa mekanisme dan prosedur yang benar, “Ini sudah dapat dikatagorikan tindakan korupsi,” tegasnya.

Wartawan beberapa kali mencoba menemui Kades Ngujung untuk konfirmasi terkait ini, namun kepala desa sedang tidak berada di kantor. Salah satu staf desa mengatakan jika kepala desa sedang keluar. Hingga berita ini diturunkan Kades belum dapat dimintai keteranganya. (Dedy)

Continue Reading

Berita

Santrinya Terpapar Covid19, Pondok Modern Gontor Tabayyun Minta Walisantri Tenang

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, melakukan tabayyun terkait beredarnya kabar ada santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 di Siman, Madusari, Ponorogo yang dinyatakan terpapar Covid-19.

“Berdasarkan atas penelusuran tim IKPM dan koordinasi dengan Wakil Pengasuh Gontor 2, kami akan menjelaskan kronologinya. Santri tersebut berasal dari Sidoarjo, tiba pada 17 juni 2020 bersama rombongan IKPM Sidoarjo. Yang bersangkutan membawa surat keterangan sehat dan surat pernyataan telah melakukan karantina mandiri dari 6 Juni-16 Juni. Surat bermaterai dan ditandatangani walinya,” kata Ketua 1 PP IKPM Gontor, Ustadz Adib Fuadi Nuriz.

Setelah tiba di Pondok, santri tersebut melakukan aktivitas seperti biasanya dan terpantau dalam kondisi sehat wal afiat, tidak ada gejala sakit dan keluhan apapun.

“Lalu pada 2 Juli ada info dari Dinkes Ponorogo, ayah dari santri tersebut dinyatakan positif, maka dilakukan swab pada anaknya, sampel dikirim ke BPLK Surabaya dan anaknya dinyatakan positif pada 4 Juli,” tambah Ustadz Adib.

Santri tersebut lalu dibawa ke Rumah Sakit Aisiyah Ponorogo selanjutnya dirawat di RS Darmayu Ponorogo. Pihak Pondok Modern Gontor pada Senin, 6 Juli 2020 juga menerima surat dari Sekda Ponorogo sebagai tindak lanjut dari santri yang dinyatakan positif tadi.

“Tracing terhadap teman satu kamar, satu kelas dan teman-temannya yang berhubungan juga dilakukan. Semuanya dikarantina sesuai dengan standart protokol Covid-19. Pantauan terhadap semua santri dilakukan secara ketat dan Alhamdulillah sehat semua, tidak ada yang menunjukkan gejala sakit atau keluhan apapun,” tambah Ustadz Adib.

Begitupun dengan santri asal Sidoarjo tersebut sejak kedatangan hingga dibawa ke rumah sakit tidak menujukkan gejala atau keluhan apapun.

Ustadz Adib menambahkan, Pondok Modern Gontor selama ini sangat ketat menerapkan standar protokol Covid-19 dengan mengikuti peraturan yang ada. Sebelum santri datang dilakukan simulasi Satgas Covid.

“Kita sangat kooperatif dengan semua pihak termasuk Dinkes Ponorogo. Saat persiapan kedatangan santri kita berkoordinasi dengan pemerintah Ponorogo beserta jajarannya,” ujar Ustadz Adib.

Berdasarkan atas fakta-fakta yang terjadi, Pondok Modern Darussalam Gontor meminta kepada seluruh Walisantri agar tenang dan tetap mendoakan agar pondok Gontor terhindar dari berbagai hal-hal negatif.

“Kami meminta kepada semua walisantri agar tenang dan sabar. Insya Allah semua santri sehat wal afiat dan mari kita sama-sama berdoa memohon kepada Allah SWT agar keluarga besar Pondok Modern Gontor terhindar dari semua marabahaya,” imbau Wakil Pengasuh Gontor 2, Ustadz Hudaya.

Penelusuran IKPM Sidoarjo

Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Sidoarjo langsung bergerak cepat ketika mendengar kabar ada santri asal Sidoarjo yang terpapar Covid-19 karena disebabkan interaksi dengan ayahnya.

“Kami langsung mendatangi rumah orang tua santri di sebuah komplek di Sidoarjo tadi malam. Rumahnya memang sudah tutupan dan di pagar tertulis keterangan sedang melakukan isolasi mandiri mohon kerjasamanya,” kata Pengurus IKPM Cabang Sidoarjo, Fuad Syukri.

Menurut Fuad berdasarkan atas keterangan Ketua RW setempat, orang tua walisantri tersebut adalah seorang karyawan di salah satu bank.

“Anak ini berangkat ke pondok pada 17 Juni, sang ayah lalu di swab test pada 22 juni dan dinyatakan positif. Pada 24 Juni diisolasi di sebuah wisma,” ujar Fuad.

Yang menarik menurut Fuad, pada Jumat 3 Juni 2020 lalu, seluruh anggota keluarga dari walisantri ini mulai dari istri dan kedua anaknya dilakukan rappid test dan hasilnya non reaktif. Akhirnya mereka melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam penelusurannya, IKPM Sidoarjo juga sempat berkomunikasi dengan ayah santri tersebut yang sedang menjalani perawatan pemulihan.

“Ayah santri tersebut mengaku baik-baik saja selama perawatan, tidak menunjukkan gejala sakit atau keluhan. Kami dikirimi foto dan videonya sang ayah senam dan terlihat dalam kondisi bugar,” ujar Fuad. (Sumber : Pondok Modern Gontor Ponorogo)

Editor : Dedy

Continue Reading

Trending