MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Kabar bahwa ada pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Ponorogo yang mengaku stres dirawat dirumah sakit, ingin dirawat dan isolasi di Ponpes Temboro akhirnya disetujui Bupati Ponorogo.

Ketua TIM Gugus Tugas Bidang Penanggulangan Covid 19 Magetan,  Didik Styo Margono mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari dinas kesehatan Ponorogo. Dan Kabupaten Magetan menyatakan bersedia merawat dan isolasi di Pondok Pesantren.

“Kita punya fasilas kesehatan di Ponpes Temboro pada gedung Saridin, dan dipantau oleh perawat perawat Puskesmas Karas,” terangnya.

Namun pasien yang dari Ponorogo hingga hari ini belum dipindah, masih berada di RSUD dr. HARDHJONO Ponorogo. Sementara pasien Covid-19 yang justru sudah sampai pondok sebanyak 13 santri. Dengan rincian dari Blora 11 orang, Tuban 1 orang dan Jember 1 orang.

Alasan Kabupaten Magetan menerima mereka, lanjut Didik, orang kesehatan tidak boleh menolak terlebih soal kesehatan, selain itu ini wujud kerjasama antar wilayah, untuk saling menjaga berkoordinasi dan komunikasi, kita tidak boleh saling menolak melempar dan sebagainya.

Lebih lanjut, Gugus Tugas sudah menyiapkan tempat karantina dan isolasi khusus bagi mereka yang positif, di Ponpes Temboro.

“Intinya kita akomodir semuanya, meski mereka bukan penduduk Magetan, demi kebaikan bersama. Sebagai orang kesehatan kita akomodir semuanya, kita  tidak boleh memandang dari mana mereka berasal, kita tidak boleh membeda bedakan, kewajiban dinas kesehatan adalah mengutamakan kesehatan kita layani, kita hanya memandang hal ini atas dasar sisi kemanusiaan,” paparnya.

Saat ini di Ponpes Temboro sudah berjalan pasien yang ingin dirawat dan isolasi, sudah ada sebanyak 13 orang yang positif di ruang khusus yang telah disediakan pondok.

“Diperkirakan masih akan tambah mengigat banyak permintaan dari luar Jawa Timur. Yang baru saja menghubungi untuk pindah rawat di pondok, yaitu  Kabupaten Ponorogo barusan,” pungkasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here