PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Nasib malang menimpa Wisnu Widodo (48) warga desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, bersama keluarganya. Lebih dari 4 tahun, harus mengalami kesulitan hanya untuk masuk rumahnya.

Ini terjadi lantaran, disekeliling rumahnya telah dibangun pagar tembok oleh Mistun, yang tak lain tetangganya sendiri. Pembangunan pagar tembok setinggi 1 meter lebih itu, karena tanah berupa jalan itu diklaim milik tetangganya itu.

Wisnu Widodo, saat ditemui Kamis (23/7), mengatakan adanya pagar tembok membuat ia dan keluarganya mengalami kesulitan dalan melakukan aktifitas. “Terpaksa harus kontrak dua tahun yang lalu agar bisa bekerja sebagai tukang pijat. Sekarang kembali lagi kesini,”terangnya.

Jalan satu-satunya, lanjut tukang pijat itu, jalan sangat kecil disela-sela rumah yang berada sampingnya. “Sulit beraktifitas, kadang ya melompat pagar ini. Tapi kalau ketahuan dia (pemilik pagar) akan dimarahi,”terangnya.

Sementara Budi Ismanto, warga yang turut mendampingi mengatakan, proses mediasi hingga kejalur hukum telah dilalui. Bahkan, pengadilan telah memutuskan bahwa jalan selebar dua meter lebih merupakan jalan desa bukan milik perseorangan.

“Walau sudah ada putusan pengadilan agar pagar tembok itu dibongkar namun pemilik pagar itu tidak mau membongkarnya. Kita berharap agar instansi terkait mampu membantu warga agar mendapatkan jalan masuk kerumahnya,”jelasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here