MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Tampaknya kelangkaan pupuk di Kabupaten Magetan akan terus berlangsung, pasalnya alokasi untuk kuota pupuk subsidi dikurangi hingga separoh lebih dari jatah pupuk yang ada.

Ketua KomisI B DPRD Magetan Hari Gitoyo mengatakan hasil RDP komisi B DPRD Magetan dengan Dinas Pertanian dan Indag setempat pada Rabu 22 Juli 2020 kemaren didapati bahwa alokasi pupuk bersubsidi tahun ini sebesar 58.570 ton turun dibandingkan th 2019 sebesar 97.578 ton. “Dengan alokasi seperti tersebut di atas maka akan terjadi kelangkaan kekurangan pupuk bersubsidi yang sangat besar,” paparnya.

Untuk ini, komisi B meminta untuk penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara proporsional berdasarkan waktu dan e-RDKK dari masing masing petani. Serta ada pengawasan penyaluran oleh komisi pengawas pupuk, agar kebijakan point diatas, dapat sejalan. “Ini juga berlaku bagi distributor, baik kios maupun Kelompok Tani,” tegasnya.

Dinas Perindustrian dan Perdangan diminta segera menindak lanjuti dengan rapat koordinasi, sehingga penyaluran pupuk tepat sasaran sesuai kebijakan di atas. Segera dan secepatnya mengajukan surat permohonan tambahan alokasi pupuk bersubsidi.

Komisi B yang mebidangi pertanian, dengan tegas meminta ada program yang memperkuat dan meringankan petani berkaitan dengan pemenuhan pupuk utamanya melalui aspirasi atau pokok pokok pikiran DPRD. Sebab ada kecenderungan pemerintah menurunkan besaran subsidi untuk pupuk pertanian.

Lebuh lanjut, kata Hari Gitoyo, bila ada persoalan berkaitan dengan pupuk bersubsidi petani dapat mengadukan langsung kepada penyuluh pertanian dan diharapkan petani aktif dipertemuan kelompok tani.

“Sistem pengaduan petani kepada PPL diminta lebih sederhanakan, jika ada pengaduan dari petani tidak harus datang kekantor upt pertanian, tetapi cukup melalui aplikasi Whatsapp misalnya,” imbuhnya.

Hari juga mengapresiasi semangat petani Magetan, selama pandemi ini justru petani lebih giat bekerja, selama pandemi ini sektor panganlah terutama pertanian yang paling sakti dalam menghadapi pandemi. “Bagaimanapun kebutuhan petani harus diutamakan, jagan sampai petani kekurangan terutama pada pupuk subsidi.” ucapnya.

Untuk diketahui dan dicatat, makin tahun lahan pertanian makin menyempit, tetapi infrastruktur pengairan warga makin bagus, lahan yang sebelumnya tadah hujan yang setahun hanya dua kali tanam saat ini bisa tiga kali tanam adanya sumur sumur pompa baru yang dibuat mandiri oleh para petani sendiri.

Pihaknya berjanji akan membawa permasalahan pupuk subsidi yang selalu kurang setiap musim tanam ini kepada Gubernur Jawa Timur bahkan kepada Kementrian Pertanian dan Kementrian Keuangan dipusat. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here