PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sugiri Sancoko, salah satu bakal calon bupati Ponorogo berkesempatan mengunjungi Pasar Rakyat New Normal di Desa Blembem Kecamatan Jambon Ponorogo, Sabtu malam (25/7).

Pada kesempatan tersebut Sugiri Sancoko berbaur dengan ratusan pengunjung pasar rakyat yang tidak hanya warga Desa Blembem tapi juga dari desa-desa lain di sekitarnya. Sugiri juga berkeliling mengunjungi stand-stand yang menyediakan dagangan aneka kuliner.

Kehadiran Sugiri Sancoko di pasar rakyat new normal disambut meriah para pengunjung dengan meneriakkan namanya. Momen tersebut juga mereka manfaatkan untuk bersalaman dan berselfi ria.

Puncaknya, Sugiri Sancoko ikut memeriahkan panggung hiburan dengan menyanyikan beberapa buah lagu yang diiringi sendiri dengan gitar akustik.

Saat Sugiri melantunkan lagu Aisyah Istri Rasulullah, para pengunjung yang kebanyakan kaum milenial ikut bernyanyi sambil melambaikan ponsel dengan lampu flash dinyalakan.

Acara pasar rakyat malam itu juga dihadiri elemen milenial setempat seperti GPRS (Generasi Penerus Remaja Sungkur) dan Taruna Manggala Karang Taruna Desa Sidoharjo.

Ketua GPRS Aria Arifudin sangat mengapresiasi kehadiran Sugiri Sancoko. “Kehadiran Sugiri pada acara tersebut merupakan bentuk kepedulian pada wong cilik,”lanjutnya.

Sementara Bayu, ketua Taruna Manggala Karang Taruna Desa Sidoharjo mengharapkan ada tokoh-tokoh lain yang juga peduli dengan acara-acara kerakyatan seperti yang dilakukan Sugiri Sancoko. “Ini bentuk kedekatan dengan masyarakat,”tandasnya.

Pasar rakyat new normal sendiri merupakan wadah bagi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Jimmy sebagai penggagas sekaligus pengelola acara mengungkapkan bahwa konsep pasar rakyat new normal adalah pujasera yang dikemas dalam bentuk kafe.

“Disediakan sebanyak 24 stand yang keseluruhannya diisi oleh UMKM Desa Blembem dan sekitarnya. Ada juga panggung hiburan yang diisi oleh group-group musik remaja setempat,”paparnya.

Pasar rakyat new normal sendiri bertujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid 19. Sesuai dengan namanya, pasar rakyat new normal mengedepankan protokol kesehatan Covid 19. Semua pengunjung wajib mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki area pasar rakyat. Pasar rakyat new normal buka setiap hari mulai siang hingga pukul 12 malam.

Salah satu pengunjung, Rohani mengatakan sangat senang dan mendukung adanya pasar rakyat. Ia berharap agar pasar rakyat bisa terus ada sebagai wisata kuliner yang murah meriah.

Dari pihak pemilik stand, Munir pedagang angkringan menyambut antusias kehadiran pasar rakyat new normal. Munir mengatakan bahwa pasar rakyat mampu mengangkat ekonomi keluarganya. Demikian juga Dion yang memiliki stand nasi pecel, nasi tahu dan pecel lele mengatakan sangat bersyukur bisa ikut berjualan di pasar rakyat untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

Di akhir kunjungannya, Sugiri Sancoko berpesan pada tim pengelola untuk tidak berhenti berinovasi agar pasar rakyat new normal bisa lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat. “Saya berharap agar pasar rakyat new normal bisa dicontoh oleh desa-desa lain di Kabupaten Ponorogo,”. pungkasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here