MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Hari ini Senin (27/7), Bagian Umum Pemkab Magetan menggelar rapid test masal terhadap Apartur Sipil atau ASN pada lingkunganya. Namun rapid test yang digelar tercatat sebanyak 74 dari ratusan ASN yang berada dilingkungan perkantoran Jalan Basuki Rahmat tersebut tersebut.

Dwi Astuti, Kepala Bagian Umum Pemkab Magetan, dikonfirmasi membenarkan hal ini, bahwa dari 300 an ASN yang ada pada lingkungan perkantoran yang ikut rapid test hari ini hanya ada 37 peserta.

Dwi berdalih, bawa rapid test ini nantinya bertahap, besok ada lagi, tadi alat rapid test yang dibawa oleh petugas dari dinas kesehatan jumlahnya terbatas.

Lebih lanjut, hasil dari rapid test yang dilakukan kepada 74 ASN hari ini didapati sebanyak dua orang ASN reaktif, sebagai laki laki dan perempuan. “Mereka yang reaktif langsung di lakukan swab, dan diminta untuk lakukan isolasi mandiri dirumah sambil menungu hasil swab 4 sampai 5 hari mendatang,” terangnya.

Rapid test kedua, lanjut Dwi, akan dilakukan dilingkungan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, atau DPPKAD. “Bagi ASN yang belum sempat rapid test diminta untuk ikut rapid test besok disana,” tambahnya.

Sementara itu, saat ini sekolah libur akibat pandemi, sebagian pengajar memilih mengajar kerumah siswa tentu membuat sebagian orang tua was was. Belajar dari ASN lingkungan Pemkab di atas, Para guru tersebut tentunya juga tidak ada jaminan terbebas.

ASN pengajar di Magetan jumlahnya lebih banyak, diatas 10.000. Apa jaminaanya mereka aman tidak ada. Dikonfirmasikan terpisah kepada Didik Styo Margono Ketua Tim Penanggulangan covid 19 Magetan mengatakan. Bahwa selama ini belum ada tenaga pengajar yang dirapit test, baru ASN yang rapid test dilingkungan Pemkab hari ini. ” Untuk guru belum ada satupun yang meminta rapid test, baik permintaan dari dinas terkait maupun perseorangan,” imbuhnya.

Apalagi sebagian pengajar saat ini berkunjung kerumah siswa untuk pembelajaran. Ditanya seberapa penting untuk rapid test, menurutnya sangat penting. “Karena untuk mengetahui dirinya terbebas atau tidak hanya bisa diketahui dari deteksi medis awal yaitu rapid test, jika reaktif tentu akan diteruskan pemeriksaan lanjutan swab, baru akan diketahui aman tidaknya,” pungkasnya. (Dedy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here