Rab. Mar 3rd, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Polres Ponorogo Terapkan Inpres No.6 Tahun 2020

2 min read

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No.6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Dengan demikian untuk para pelanggar akan dikenakan sangsi jika tidak mematuhi protokol kesehatan dinanapun berada.

Untuk menegakkan disiplin itu, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis meningkatkan kegiatan Patroli gabungan penegakan disiplin. Hal tersebut untuk meningkatkan disiplin masyarakat, sehingga bisa memotong penyebaran Virus Covid-19.

Untuk menegakkan Inores no.6 tahun 2020 tentang pendisiplinan dan penegakan hukum terhadap anggota dan masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan adanya ini, inpres tersebut sudah tertera sebagai Polri, TNI dan Pemerintah daerah kita harus membentuk lima satgas. Yang pertama adalah satgas pengawasan, yang kedua satgas patroli, yang ke tiga satgas pembinaan dan disiplin, untuk yang ke empat satgas penegakan hukum dan yang kelima adalah satgas dokumentasi dan publikasi,”terangnya.

Kapolres juga menjelaskan,” Sasaran utamanya adalah internal Polri, dua hari ini akan saya tegaskan kepada masyarakat dan anggota Polri sendiri. Dan tadi memang ada dari lima anggota yang melanggar dan juga lima masyarakat langsung kita tindak sesuai dengan sangsi. Untuk penyebaran pelayanan publik untuk kedepan, baik pelayanan dari Mall dan ditempat pelayanan-pelayanan manapun seperti juga SIM, SKCK dan oelayanan Pemerintahan nanti akan kita lakukan tindak lanjut dari inpres ini,”jelasnya.

Lebih lanjut Kaporles juga mengatakan, untuk kerumunan-kerumunan masa seperti halnya pasar dan tempat wisata serta terminal nanti kedepan akan kita cek dan kita Patroli. Dan yang paling utama memang yang diutamakan adalah di internal POLRI dulu, makanya dari pagi tadi kita langsung action dengan adanya inpres no.6 tahun 2020 ini. Dan sangsi yang pertama adalah teguran lisan dan di beri himbauan-himbauan untuk selalu menjaga phisical distancing dan memakai masker serta cuci tangan.

“Untuk sangsi selanjutnya berupa sangsi kerja sosial, dan itu seperti hal nya nyapu dan seterusnya. Dan sangsi denda, untuk sangsi denda kita harus membuat peraturan bupati karena kaitan dengan jumlahnya dan kita serahkan ke Pemerintah Daerah, dan sifat kita hanya melaksanakannya. Yang terakhir penghentian atau penutupan penyelenggara usaha, kalau memang kita sudah peringatkan, sudah kita beri sangsi sosial, kita denda tapi masih tetap melanggar langsung kita jatuhi sangsi tersebut,”pungkas Kapolres. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *