PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Puluhan Warga Desa Nglurup Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo menggeruduk Balai Desa Nglurup dan Puskesmas Sampung Senin (24/8).

Dalam aksi ini, warga geram dengan status salah satu warga dusun Bendungan desa Nglurup yang awalnya berencana periksa mata, namun sebelumnya diharuskan menjalani Rapid Test. Mendapatai hasil Rapid Testnya reaktif dan akhirnya pasien bernama Dwi Hartiji itu, di jemput petugas ke salah satu Rumah Sakit Swasta yang ada di Ponorogo setelah hasil swabnya dinyatakan Positif Corona.

Hal itu diungkap oleh Koordinator Aksi, Ridwan yang juga keluarga korban. “Atas nama warga dusun bendungan sudah konfirmasi kepada Perangkat Desa dan Kepala Desa, akan tetapi Bapak Kepala Desa menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Sampung, warga dusun bendungan diperintahkan untuk menghadap ke Puskesmas semua, kaitannya dengan saudara Dwi Hartini (45) warga dusun bendungan yang divonis terkena Covid-19. Akan tetapi pada pemulangan pasien sangat janggal sekali. Janggalnya ketika dipulangkan tanpa persetujuan dari keluarga dan tidak ada saksi juga tanpa ada satgas,”terangnya sambil membawa bukti surat.

Ridwan juga menambahkan, awalnya pasien dijemput dengan keadaan sehat, akan tetapi ketika dia dipulangkan justru dalam kondisi sakit cukup parah. Dulu ketika berangkat dia bisa jalan sendiri, tapi ketika tadi malam dipulangkan keluar dari ambulans dia semalam harus diangkat dua orang.

“Sehingga kami warga dusun bendungan desa nglurup meminta pertanggungjawaban ke Dinas Kesehatan, kususnya satgas covid-19 desa nglurup dan kami juga meminta pertanggungjawaban serta citra untuk pengembalian nama baik warga dan nama baik lingkungan dusun bendungan desa nglurup,”paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Nglurup, Widodo menerangkan, jika pemerintah desa, untuk terkait dengan Dwi Hartini ini yang jelas dinyatakan Covid karena memeriksakan dirinya sendiri, karena mau operasi katarak lalu, memeriksakan diri ke Puskesmas dan hasil Rapid test dinyatakan reaktif oleh Puskesmas dan di swap dan dinyatakan Positif lalu di lakukan penjemputan. “Kemarin sudah dipulangkan dan katanya sudah negatif ketika di swab yang ke dua dan ke tiga. Kalau Bu Hartini sekarang keadaannya itu melemah kami sendiri ya kurang tau”. Terangnya.

Widodo juga menambahkan, Ketika pemulangan sebelumnya pihaknya dikabari lewat telephone kalau Bu Hartini sudah sembuh dan nanti akan dipulangkan begitu. Semoga kalau memang Bu Hartini tidak Positif, harapannya nanti ada koreksi dari Dinas Kesehatan,”lanjutnya.

Selain itu Kepala Puskesmas Sampung, Suprijatno menjelaskan, sebenarnya itu dari segi teknis ada dari pihak Rumah Sakit yang merawat, contohnya, kalau memang Bu Dwi Hartini ini berangkatnya dalam kondisi sehat dan pulang dalam kondisi tidak bisa berjalan atau mungkin di angkat, atau mungkin di papah, atau mungkin di tandu, itu memang secara semalam memang tidak menanyakan sejauh itu.

“Hanya saja saya ada pada kesimpulan pada saat orang dinyatakan sembuh ya sembuh langsung seperti biasanya. Dan baru kali ini untuk Bu Dwi Hartini berangkat bisa jalan sendiri akan tetapi pulang di bopong, atau diangkat malahan. Dan petugas kami sebenarnya sudah datang sekitar jam delapan dan tadi pagi belum sempat ngecek kelokasi, karena kami berkoordinasi dengan Kepala Desa, karena di Desa ada tim relawan dan tim relawan itu harus bekerjasama menangani kasus covid ini. Jadi relawan ini harus sigap beserta Kepala Desa,”terangnya.

“Kami tidak akan menyalahkan sana-sini, karena kalau salung menyalahkan nanti tidak akan ada ujung pangkalnya. Dan kalau memang Bu Dwi Hartini keadaannya saat ini tidak bisa berjalan ataupun perlu perawatan kembali ya kita rawat saja, dan kemudian kita komunikasi dengan warga masyarakat lebih kita tingkatkan agar permasalah tindak muncul kelak kemudian. Sedangkan untuk kepulangan tidak izin keluarga ini sudah teknis ini ada di rumah sakit, bukan di puskesmas. Jadi saat di rumah sakit itu apakah sudah menghubungi keluarga atau belum ini ada di pihak rumah sakit, kalau tidak salah Rumah Sakit Muslimat,”jelasSjelas (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here