Oleh : SUBANDI BUDHA (Praktisi politik Ponorogo)

Ponorogo tahun 2020, saya prediksi akan diikuti oleh dua pasangan calon bupati/wakil bupati. Kemungkinan yang akan tampil adalah pasangan Ipong Muchlissoni (incumbent), dan pasangan Sugiri Sancoko. Tulisan ini hanya menganalisis kemungkinan dinamika politik Ponorogo pada pemilu legislatif tahun 2024.

Karena hasil pilkada biasanya punya korelasi yang kuat dengan hasil pemilu legislatif. Analisisnya adalah sebagai berikut :

1. JIKA IPONG MENANG PILKADA :

Konstalasi politik Ponorogo tahun 2021-2025 kemungkinan sangat dinamis, karena pada periode tersebut terdapat event event politik penting seperti Pemilu Presiden/Wakil Presiden, pemilu legislatif, Pemilu Gubernur/Wakil Gubernur. Kepiawaian Ipong dalam dunia politik tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai ketua Bappilu Partai Nasdem Jawa timur, pada pemilu tahun 2019, Ipong mampu mendongkrak kursi partai Nasdem dari 1 menjadi 10 kursi di tingkat DPRD Ponorogo. Menyabet 2 kursi DPRD  propinsi Jawa Timur dapil Jatim 9 (dulu dapil 7) yang sebelumnya tidak dapat kursi, terlebih lagi bisa mengantarkan Sri Wahyuni (bu Ipong) melenggang ke DPR RI di Senayan. Sebuah capaian yang fenomenal.

Namun ironisnya justru partai Gerindra dan PAN, yang menjadi pengusung utama Ipong pada pilkada tahun 2015 justru kursinya di DPRD Ponorogo merosot. Di samping masih ada beberapa partai yang kursinya merosot, Partai Golkar dari 10 menjadi 4 kursi, Partai Demokrat dari 6 menjadi 5 kursi, PDIP dari 5 menjadi 4 kursi.  PKB dan PKS kursinya bertambah.

Melihat sejarah pemilu tahun 2019, saya prediksi partai Nasdem pada pemilu legislatif ke depan (2024) kemungkinan akan semakin kuat, saya perkirakan bisa memperoleh 20-22 kursi DPRD Ponorogo.  Barangkali ini salah satu tantangan yang akan dihadapi partai partai politik , baik pengusung  maupun yang  bukan pengusung Ipong pada pilkada 2020.

Kemungkinan lainnya adalah terjadinya eksodus kader/elite partai berpindah ke partai pemenang pilkada, ini tantangan yang cukup serius. Pada pemilu legislatif 2019 , menurut catatan penulis ada dua anggota DPRD Ponorogo Fraksi PAN yan pindah ke Partai Nasdem, ada kader/elite partai Golkar yang berpindah ke partai Nasdem, sekalipun mungkin perpindahannya  disebabkan oleh latar belakang yang berbeda-beda, bisa terjadi konflik di internal partai induknya atau alasan lainnya.

2.  JIKA GIRI MENANG PILKADA.

Bisa saja munculnya Sugiri Sancoko sebagai kandidat bupati, memberi harapan baru di sebagian besar kalangan birokrasi di Pemkab Ponorogo. Ini bisa dimaklumi karena mungkin selama ini mereka belum mendapatan posisi strategis di bawah kepemimpinan Ipong, bahkan sesuai catatan penulis, kalau tidak salah semenjak Ipong dilantik sebagai bupati Ponorogo, untuk jabatan Kepala Bapeda, Kepala Dinas PU, Kepala DPPKAD belum pernah ada pergantian.

Jika Giri yang menang maka dinamika yang terjadi di kalangan birokrasi mungkin saja akan terjadi. Sementara dinamika antar partai politik mungkin akan lebih mereda, melandai, stabil dan lebih akomodatif,  dampaknya konstalasi pileg 2024 di Ponorogo akan lebih sejuk, beaya politik  bisa lebih murah, dan tidak seramai pileg tahun 2019 yang lalu.

Sekian tulisan ini semoga bisa bermanfaat untuk perkembangan, kemajuan, kematangan, politik dan demokrasi ke arah yang lebih baik, di masa masa yang akan datang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here