PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Puluhan petani asal Dusun Jatisari, desa Semanding kecamatan Jenangan Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa, di disekitar area tambang tanah dan pasir, Selasa (1/9).

Para petani menuntut agar aktifitas tambang dihentikan, pasalnya telah merusak sedikitnya 200 meter saluran irigasi, jalan menuju area persawahan dan membuat area persawahan menjadi longsor.

Menurut Kusnul Reza salah satu warga, tambang tanah dan pasir ini dimulai sejak tahun 2017 silam. Aktifiatas Sempat berkurang sejak Januari 2020 lalu. “Namun mulai 12 Agustus lalu aktifitas tambang telah aktif kembali,”terangnya.

Dampak aktifitas tambang, lanjutnya, membuat sedikitnya 200 meter saluran irigasi rusak parah hingga tidak bisa mengaliri sawah milik warga. “Irigasi ambrol, air tidak bisa mengalir, ada sedikitnya 2 hektar sawah milik warga tidak dapat air,”paparnya.

Ia juga mengatakan, selain irigasi, jalan di area persawahan juga ambrol, sehingga membuat jalan semakin sempit dan retak. “Dulu mobil bisa masuk disini untuk membawa hasil panen, sekarang akibat tambang ini, jalan semakin sempit dan rawan longsor,”terangnya.

Sutiyem warga lain mengatakan, akibat ada tambang membuat lahan tanah milik 7 orang sudah mengalami longsor hingga berkurang luasnya. “Kami para petani menginginkan tambang ini ditutup saja karena merusak lahan pertanian yang masih aktif, petani bisa rugi besar karena rusaknya lahan ini. Pihak tambang dulu pernah berjanji untuk memperbaiki lahan dan irigasi yang rusak, tapi kenyataannya tidak ada. Petani sangat rugi,”jelasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here