PONOROGO-JARRAKPOSJTIM-Sempat viral di sebuah group media sosial Facebook, atas penemuan kartu keluarga yang dijadikan bungkus tempe, membuat jajaran polisi bergerak cepat mendatangi rumah pemilik akun di desa Nongkodono, Kecamatan, Ponorogo, Senin siang.

Dihadapan polisi bersama Kepala Desa Nongkodono, Hery Pradana bersama Arini sang istri menceritakan asal muasal penemuan kartu keluarga itu.

“Saya membeli tempe dipasar untuk dijual di warung. Saat membeli itu, mendapati tempe-tempe itu dibungkus dengan kartu keluarga yang terlihat bekas, tapi ada stempel basah,”kata Arini.

Atas temuan itu, lanjut Arini, ia dan suaminya berupaya mengamankan kartu keluraga itu dengan cara membakarnya. Namun, sebelum dikabar, kartu keluarga dari berbagai Kecamatan itu sempat difoto dan diunggah di sebuah group Facebook. “Takut ada yang mengalahgunakan jadi kita bakar saja. Sementara foto Kartu keluarga yang diunggah, segera kita hapus, karena ada keresahan Nitizen. Padahal maksud kami, hanya untuk menyampaikan jika kartu keluarga sangat penting Koq dijadikan bungkus tempe,, tanpa ada maksud lain,”lanjutnya.

Sementara itu Jumadi, Kepala Desa Nongkodono mengatakan, pihaknya bersama Polisi hanya melakukan klarifikasi atas penemuan itu, apalagi sempat menjadi viral di media sosial. Hasilnya, kartu keluarga itu model lama yang tidak terpakai, namun demikian hendaknya tidak beredar dimasyarakat “Kita ingin mendapatkan keterangan soal kartu keluarga ini, dan ternyata menurut keterangan warga, kartu keluarga itu, sudah dimusnahkan karena takut disalahgunakan,”paparnya.

Polisipun, sempat mengamankan satu kartu keluarga yang dijadikan bungkus tempet yang masih disimpan. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here