PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Berawal dari jeritan petani yang kekurangan dan langkanya pupuk, H Sugiri Sancoko, S.E, M.M pun tergugah hatinya untuk membantu petani di Ponorogo. Lewat program Yarnen (bayar setelah panen) para petani seakan seperti menemukan oase di tengah gurun.

Sugiri pun turun langsung mengantarkan pupuk kepada para petani seperti yang terlihat kemarin di kelompok tani Sumber Makmur di Kelurahan Brotonegaran, Ponorogo. “Ini bukan yang pertama, tapi daerah lain juga mendapatkan program yarnen seperti ini. Saya berharap pupuk ini bisa segera dipergunakan para petani dan menjadi solusi untuk kelangkaan yang selama ini dialami petani,” kata Sugiri disambut riuh para petani.

Selain pupuk, tim dari Sugiri Sancoko dan Lisdyarita ini juga memberikan pendampingan kepada petani mengenai metode tanam, pemupukan hingga penyemprotan nutrisi dengan menggunakan alat yang canggih. Yakni menggunakan drone (pesawat tanpa awak).

“Dengan metode tanam yang baru, kami harapkan bisa meningkatkan produksi padi. Yang semula 7-8 ton perhektare menjadi minimal 10 ton perhektar,” harapnya.

Sementara, ketua Poktan Sumber Makmur, Subur mengatakan sangat senang dengan program ini. Dia menilai program yarnen dari Sugiri Sancoko ini sangat membantu para petani. “Selama ini tidak ada kepedulian dari pemerintah terkait kelangkaan pupuk. Kami berharap program ini berlanjut selama pak Sugiri menjabat bupari,” jelas Subur.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here