PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sebanyak 6 Kepala Desa, Wilayah Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur, secara begiliran memenuhi undangan di kantor Bawaslu Ponorogo, Selasa siang (13/10).

Kepala Desa diwilayah Kecamatan Jetis itu dimintai keterangan Bawaslu terkait dugaan keterlibatan kampanye beberapa waktu yang lalu, disebuah tempat yang terdapat sebuah banner pasangan calon nomor urut 2, yang telah dilaporkan sebelumnya.

Nampak, dua orang kades masuk bersamaan dalam ruang Bawaslu. Mohammad Khoiri, Kepala Desa Jetis, Ponorogo saat dikonfirmasi seusai keluar ruang Bawaslu mengatakan hanya ngobrol-ngobrol saja dan tandatangan saja untuk klarifikasi soal kedatangan dipertemuan itu. “Saya hadir dalam acara itu (di Sawoo), hanya sebentar saja dipertemuan itu,”katanya.

Senada dengan Kades Jetis, Muhklis Isngadi, Kepala Desa Turi, Kecamatan Jetis mengatakan lupa dengan jumlah pertanyaan yang diajukan Bawaslu. “Terkait silahturahmi istilahnya. Ada 14 orang yang hadir. Pertanyaan saya lupa tapi banyak,”jelas singkat.

Sementara itu, Marji Nurcahyo, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu mengatakan, hari ini pihaknya mengundang 6 kepala desa dari wilayah kecamatan Jetis yang diduga terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Ponorogo. “Didaerah kecamatan Sawoo,”tandasnya.

Materi hari ini, lanjut Marji, pihaknya melakukan klarifikasi dan keterangan yang digali sejauh mana dugaan keterlibatan para Kades ini dalam bukti yang telah didapatkan yaitu sebuah foto kedes-kades sedang berkumpul. “Setelah klarifikasi ini ada kajian, juga dilakukan pembahasan disentra Gakumdu, yang ada kepolisian dan kejaksaan. Dan dari kajian, pengumpulan barang bukti dan klarifikasi terus pembahasan satu dua maka ini bisa Menindaklanjuti laporan itu atau tidak,”pungkasnya.(dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here