PONOROGO-JARRAKPOSJATIM- Bantuan Khusus Siswa Miskin(BKSM) di Ponorogo Tahun 2020, telah diterimakan sekitar bulan Februari silam pada siswa Sekolah Dasar senilai 175 ribu rupiah. Bantuan itu, tidak diterimakan uang, akan tetapi diterimakan barang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut membuat berbagai pertanyaan bagi wali murid penerima di Ponorogo. Dengan diterimanya berupa barang, ada wali murid yang menilai harga sepatu dan kaos kaki yang di bagikan harganya lebih mahal dengan di pasar atau di toko.

Salah satu wali murid, Eka Febriana mengatakan, sebelum mendapatkan BKSM yang berupa sepatu dan kaos kaki tersebut, sejumlah wali murid harus mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Balai Desa setempat.

“Setelah mendapatkan surat keterangan tidak mampu, sejumlah wali murid langsung diberi bantuan bisa memilih antara sepatu dan kaos kaki atau tas sekolah dengan alat tulis, “paparnya, Kamis pagi (15/10)

Eka menilai harga sepatu dan kaos kaki lebih mahal dibanding dengan harga yang di pasar atau di toko dengan merk yang sama. “Tahun 2018 dapat baju, kemudian tahun 2019 dapat tas dan alat tulis,”terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Endang Retno Wulandari saat dikonfirmasi mengatakan jika Peraturan Bupati sudah jelas, diterimakan pada siswa-siswa kurang mampu. “Karena kalau diterimakan bentuk uang, itu kan dari pusat sudah ada. Kadang (kalau uang) dibelanjakan orang tuanya. Makanya ini diterimakan dalam bentuk barang,”terangnya.

Barang itu, lanjut Kepala Dinas Pendidikan, sesuai dengan kebutuhan siswa itu sendiri. “Jadi sekolah itu komunikasi dengan orang tua, terkait kebutuhannya apa. Disitu kan boleh baju, sepatu, tas atau buku. Belinya di koperasi pihak ke tiga, bukan disekolah. Sekolah itu hanya menfasilitasi saja,”paparnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here