PONOROGO-JARRAKPOS-Dalam dugaan carut marut bantuan khusus siswa miskin (BKSM) Kabupaten Ponorogo yang menjadi perbincangan di masyarakat, membuat anggota DPRD Ponorogo mulai angkat bicara.

Dalam keterangannya Relelyanda Solekha Wijayanti selaku anggota DPRD Ponorogo, Selasa (20/10) mengatakan bantuan BSKM itu sebenarnya program yang bagus bagi masyarakat atau siswa yang kurang mampu.

“Apakah mekanismenya ini sudah dijalankan dengan baik sesuai dengan perbub atau belum, kalau sudah sesuai ya gak masalah,”terangnya.

Tetapi faktanya dilapangan, lanjut politisi wanita dari PDIP juga mendapati laporan bahwa ada dugaan prosesnya tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati misalnya pencairannya ini harus masuk ke rekening sekolah kemudian berikan ke rekening virtual account siswa, baru siswa atau wali murid menentukan yang menjadi kebutuhannya. ” Apakah itu sudah dijalankan apa belum,”tandasnya.

Dan barang yang diterima ada yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan, seperti sepatu dengan ukuran yang berbeda tentunya itu akan menjadi mubadzir tidak terpakai. “Jadi kebutuhan siswa itu yang mengetahui kan siswa dan orang tuanya, sehingga jika ditentukan bisa jadi kurang tepat,”paparnya.

Diharapkan agar Dinas Pendidikan mengevaluasi kembali program program seperti ini untuk kepentingan masyarakat jangan sampai justru nanti timbul permasalahan dikemudian hari. “Kita mendukung untuk kepentingan siswa miskin, namun diharapkan semuanya dilakukan sesuai dengan mekanisme dan tepat sasaran sesuai kebutuhan,”katanya.

Sebelumnya sebelumnya, Endang Retno Wulandari, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo mengakatan jika peraturan Bupati telah jelas diterimakan pada siswa-siswa kurang mampu. “Karena kalau diterimakan bentuk uang, itukan dari pusat sudah ada. Kadang (kalau uang) dibelanjakan orang tuanya. Makanya ini diterimakan dalam bentuk barang,”terangnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here