PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Hujan deras yang mengguyur Ponorogo semalaman menyebabkan bencana berupa luapan air sungai dan tanah longsor di sejumlah lokasi.

Sedikitnya terjadinya tanah longsor di 5 Kecamatan, diantaranya kecamatan Badegan, Pulung, Sooko, Pudak dan Sawoo. Selain itu juga terjadi luapan aliran sungai sehingga mengganggu akses jalan.

Sementara bencana luapan air sungai terjadi di Desa Ngambakaan Kecamatan Sukorejo dan Desa Brahu Kecamatan Siman. Kedua lokasi itu kondisinya sangat parah sehingga BPBD menerjunkan 2 alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah kayu-kayu dan barongan rumpun bambu.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Ponorogo, Setyo Budiono saat dihubungi, Senin (2/11) mengungkapkan, awalnya upaya evakuasi sampah yang menumpuk disungai wilayah Sukorejo dan Siman dilakukan dengan cara manual. Namun ternyata tidak mampu dilakukan karena terlalu berat lokasi yang sulit.

“Kedua lokasi tersebut yang terparah terdampak luapan sungai, bahkan ada rumah warga yang terasnya tergerus habis. Sehingga kita menurunkan 2 alat berat untuk mempercepat pembersihan sehingga jika hujan turun lagi tidak membahayakan,”terang Setyo Budiono.

Budi mengingatkan kepada masyarakat Ponorogo untuk lebih berhati-hati lagi kedepan menghadapi musim penghujan ini,”Ini masih awal musim penghujan dan dampaknya sudah menghawatirkan. Kedepan, intensitas hujan akan semakin tinggi. Maka, warga yang berada tepi sungai supaya terus melakukan pembersihan sampah, untuk warga yang rumahnya berada di kemiringan 30% di dataran tinggi harus memperhatikan intensitas hujan, jika tinggi harus mencari tempat aman, dan jika disamping rumah ada pohon besar yang membahayakan maka diminta untuk dipangkas,”tambahnya

“Terakhir, bagi masyarakat yang hidup didataran tinggi dan menemukan rekahan tanah yang di wilayah tersebut dan ada rumahnya maka perlu di waspadai. Karena rekahan tersebut jika kemasukan air hujan berpotensi menimbulkan longsor,”jelas Setyo Budiono. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here