PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Puluhan warga desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Kepala Desa, Selasa (10/10).

Puluhan warga desa itu menuntut Kepala Desa Purwosari agar memberhentikan dengan tidak hormat kepada Miseni, seorang perangkat desa yang diduga telah menghamili seorang janda yang telah memiliki dua orang anak sebelumnya.

Kekesalan warga memuncak, setelah mediasi yang dilakukan menemui jalan buntu, hingga akhirnya menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam aksi itu, sempat terjadi ketegangan antara warga dan pihak berwajib. Pasalnya, warga merasa menunggu terlalu lama, dialog yang dilakukan perwakilan warga dan kepala desa.

Andik Hermanto, perwakilan warga mengatakan, Miseni sebagai perangkat desa harusnya menjadi contoh yang baik bagi warga. “Ini justru berbuat yang tidak semestinya, hingga membuat hamil seorang janda yang telah memiliki dua orang anak,”terangnya.

Warga, lanjutnya, menuntut agar Kepala Desa memberhentikan secara tidak hormat perangkat desa itu. “Mediasi telah dilakukan, tapi justru tidak menemukan solusi, akhirnya warga mendesak agar perangkat desa itu diberhentikan dan mau bertanggungjawab atas perbuatannya,”terangnya.

Sementara Katmanto, Kepala Desa Purwosari mengatakan, hasil dialog yang telah dilakukan, akhirnya dia (Miseni) bersedia mengundurkan diri dari jabatannya. Saat ini sedang proses adminitrasi,”katanya.

Mendengar pengunduran diri itu, membuat puluhan warga senang dan segera membubarkan diri. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here