‏PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Masa Pendemi Covid-19 ditahun 2020, membuat sejumlah program kegiatan menjadi berubah total. Termasuk pada Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Djatmiko saat dikonfirmasi, Kamis (24/12) mengatakan tahun 2020 ini ada tantangan pandemi yang merubah skenario dan perilaku. Tentunya ada perubahan yang signifikan yang telah ditetapkan. “Dari sisi lingkungan hidup dan kebersihan pertamanan ini minimal masih dapat dilakukan pekerjaan rutinitas. Seperti tumpukan-tumpukan sampah jangan sampai ada dimasa pandemi ini,”terangnya.

Ia juga menambahkan dari data-data yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tumpukan sampah justru bertambah. “Ini karena mungkin dengan adanya pembatasan aktifitas, ada kesibukan dirumah sehingga bisa memperbesar sampah. Karena sampah terbanyak adalah dari rumah tangga. Atas hal itu, kita membuat TPS TPS tidak terjadi penimbunan sampah yang lama. Kita juga berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, seperti ditepi jalan atau disungai. Untuk itu ada kerjasama dengan pemerintah desa untuk melakukan upaya agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, sehingga kita menambah 2 TPS di wilayah Pulung dan Jetis,”lanjutnya.

Sapto Djatmiko juga menerangkan pada tahun 2021 nanti akan diterbitkan Peraturan Daerah terkait persampahan. Perda ini akan menjadi pedoman pemerintahan ditingkat kabupaten hingga desa memiliki kewenangan untuk dapat mengelola dan bertanggungjawab terhadap kebersihan berupa sampah dan lingkungannya. “Perda baru ini ada otoritas pengelolaan sampah sepenuhnya, baik anggaran maupun pengelolaan ditingkat desa. Pemerintah desa dan kecamatan hingga kabupaten akan bersinergi untuk pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan. Ini terobosan baru, misalnya anggaran desa bisa digunakan untuk membuat pengelolaan sampah, seperti TPS. Desa bisa memanfaatkan ini dari sisi ekonomis,”jelasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here