PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Kasus terkorfirmasi covid-19 diwilayah Ponorogo masih sangat tinggi, hal tersebut karena kesadaran masyarakat di Ponorogo masih cukup rendah dalam menerapkan Protokol kesehatan.

Korban meninggal dunia akibat covid19 pada beberapa bulan terakhir ini sangat tinggi. Salah satunya yang menjadi korban akibat virus covid19 adalah warga dusun kedung, Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun.

Seorang perempuan berinisial S, pada hari Senin tanggal 21 desember 2020 mengalami sakit dengan gejala demam dan mual, yang bersangkutan punya riwayat sakit maag langsung di rujuk ke RSUD Ponorogo.

Beberapa hari kemudian setelah mendapatkan perawatan dari Tim RSUD Kabupaten Ponorogo, yang bersangkutan menjalani rapid test dengan Hasil reaktif selanjutnya di Swab dengan hasil Positif Covid 19 .

Pada tanggal 28 November 2020 pukul 21.00 Wib kondisi kesehatan memburuk dan tgl 29 pukul 01.30, Wib dinyatakan meninggal dunia oleh dokter RSUD Dr Harjono Ponorogo.

Lebih lanjut dari hasil koordinasi dgn para medis RSUD Ponorogo bahwa yang bersangkutan di makamkan secara protokol Covid 19, dan dimakamkan di TPU di dukuh kedung, desa Baosan Kidul, Kec. Ngrayun, 29/12/2020, pagi.

Pemakaman korban dengan menerapkan protokoler kesehatan yang dihadiri oleh 5 tenaga medis puskesmas Ngrayun, Bhabinkamtibmas Bripka susanto, anggota, babinsa Koptu Andri RI kuncoro koramil Ngrayun, tiga orang
satgas Covid Kecamatan Ngrayun, Ketua Satgas Covid 19 Desa Baosan Kidul bersama empat anggotanya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here