JOMBANG-JARRAKPOSJATIM-Koordinasi dan Silaturahmi antara Dir Narkoba Polda Jatim dengan seluruh Kepala Lapas Rayon 5 yang meliputi Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Kediri, digelar Selasa (8/6).

Dalam acara tersebut Kepala Lapas rayon 5 yang hadir Kalapas Mojokerto, Kalapas Mojokerto kota, Kalapas Jombang, Kalapas Nganjuk (diwakilkan Ka Rutan), Kalapas Kediri (diwakilkan KPLP) dan Kalapas Kediri kota

Arahan dari Dir Narkoba Polda Jatim yang disampaikan oleh Wadir ucapan terima kasih atas kehadiran para Kepala Lapas dan Ka Rutan Rayon 5 pada kegiatan ini, sekaligus menyampaikan salam dari Bapak Kapolda Jatim.

“Sebagai aparat negara seyogyanya kita memiliki satu visi dalam melakukan Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi terutama dalam rangka komitmen bersama untuk melakukan pemberantasan narkoba,”pesan AKBP Hanny Hidayat, Dirresnarkoba Polda Jatim.

“Setelah kami melaksanakan pertemuan sebanyak 4 kali di beberapa Rayon, kami banyak menampung saran dan masukan dari para kalapas sehingga kita bisa bekerjasama dan menekankan anggota untuk tidak bermain-main dengan narkoba karena ancamannya dipecat,”lanjutnya.

Momen silaturahmi ini, katanya, dapat jadikan sebagai ajang untuk bertukar pikiran dan diskusi terhadap Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah kita dengan komitmen bersama untuk kepentingan seluruh masyarakat Jawa Timur.

“Kami berharap adanya Sinergitas antar instansi dengan tidak kedepankan ego sektoral dalam mencapai kesamaan persepsi menuju indonesia Zero Narkoba,”paparnya.

Untuk memudahkan Komunikasi dan Koordinasi akan dibuatkan Wa Group Rayon 5.

Sementara sambutan Kalapas Jombang, mewakili Rayon 5, juga mengucapkan terima kasih diberikan kesempatan oleh Direktur Narkoba Polda Jatim atas Silaturahmi guna tingkatkan kerja sama dalam rangka berantas narkoba sesuai arahan pak Dirjen Pas kepada para kalapas

“Kami sudah melaksanakan komunikasi baik dengan stake holder di wilayah jombang dalam rangka bersama mencegah peredaran Narkoba ke dalam Lapas seperti kasus narkoba dengan modus memasukkan narkoba dalam cabai, salak dan kerupuk,”terangnya.

“Kami mengalami kekurangan dalam hal peralatan pendukung untuk mendeteksi narkoba sehingga kami membutuhkan informasi dari rekan-rekan Polri termasuk info penggunaan Hp di dalam Lapas dan narkoba yang kami ungkap dengan modus yang ada,”lanjutnya.

Ia juga mengatakan jika selama ini minim info dari luar, dengan adanya kolaborasi ini kami bisa melakukan pengawasan maksimal terhadap warga binaan yang terlibat di dalam sehingga bisa kami tempatkan di sel khusus.

“Sinergitas yang baik ini sebagai upaya kita bersama dalam melaksanakan bersih-bersih narkoba di wilayah kita,”pungkasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here